SELAMAT HARI PUISI NASIONAL
SELAMAT HARI PUISI INDONESIA
Oleh Ibnu Wahyudi
Terdapat dua tanggal penting sekaitan hari puisi yang keduanya bermuara pada Chairil Anwar. Tanggal 26 Juli disebut sebagai Hari Puisi Indonesia karena merupakan tanggal kelahiran Chairil Anwar. Sedangkan 28 April dinyatakan sebagai Hari Puisi Nasional karena tanggal wafat Chairil Anwar.
Namun, secara genealogis, puisi Indonesia dengan aksara Latin sebenarnya sudah dipublikasikan di media sejak awal abad ke-19 berupa pantun. Karya-karya ini terselip di antara berita lelang atau pengumuman pemerintah di Java Government Gazette tahun 1813.
Untuk buku puisi utuh, karya Sa-orang jang Bangsjawan dapat dinyatakan sebagai paling awal. Buku puisi berjudul Boek Saier oetawa Terseboet Pantoen yang diterbitkan oleh Lange & Co. tahun 1857, sejauh pemahaman saya, berisi puisi modern.
Buku puisi ini ditulis dengan aksara Latin, berbahasa Melayu, dan ada nama pengarangnya, sehingga tidak ada keraguan untuk menyatakannya sebagai modern. Belum lagi isinya, sebagian besar bait dari 80 bait syair menyuarakan konsep modernitas.
Dalam buku puisi ini, kuat adanya kehendak untuk maju dan merefleksikan keseharian di bawah kolonialisme. Di masa ketika pendidikan sangat diskriminatif bagi bumiputra, bait-bait syair ini mengajak orang untuk mampu membaca. Jika literasi dikuasai, kemajuan akan membuka pintunya.
Namun, buku ini juga mewanti-wanti bahwa kemajuan saja tidak cukup. Harus ada pengawalnya, yaitu "moralitas". Oleh kandungan seperti ini, tidak ada alasan untuk menafikan karya ini sebagai bagian integral sastra Indonesia.
Salam puisi
26 Juli 2021
#puisindonesia #ibnuwahyudi
Komentar
Posting Komentar