MUNAS KAHMI DI PALU
MUNAS KAHMI DI PALU
Wakil Presiden Ma'ruf Amin berpesan agar jangan sampai ada insiden kericuhan atau saling lempar bangku dalam Musyawarah Nasional (Munas) XI Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Palu.
Jangan ada kursi melayang. Kalau kita munas atau mukernas atau apa itu ada kursi melayang itu tidak cerdas, saya kira tidak cerdas itu, kata Ma'ruf saat membuka Munas ke-XI KAHMI, Jumat.
Ma'ruf mengatakan, munas adalah momentum untuk menunjukkan bahwa KAHMI dapat menjadi model demokrasi yang cerdas, santun dan matang
Ma'ruf pun berpesan agar KAHMI dapat membawa pesan kerukunan dan perdamaian di tengah-tengah masyarakat.
Anggota KAHMI, katanya, harus menjadi role model dalam penyebaran informasi yang menyejukkan, yang akan memperkuat nilai-nilai keindonesiaan dan keislaman yang moderat, ujar dia.
Lebih jauh, Ma'ruf mengapresiasi Munas KAHMI yang mengundang paduan suara Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) untuk menyanyikan mars KAHMI.
Menurut Ma'ruf, hal itu menggambarkan ajaran Islam bahwa manusia tetap bersaudara mesti berbeda agama.
Seperti yang disampaikan Ma'ruf, kericuhan memang kerap terjadi di tengah penyelenggaraan forum musyawarah atau kongres sejumlah organisasi.
Teranyar, kericuhan yang diwarnai adu jotos sempat terjadi pada Musyawarah Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Solo, Senin, 21 November 2022.
Munas XI KAHMI digelar di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Kegiatan akan berlangsung selama 4 hari, 24-27 November 2022. Sebagaimana biasanya, kegiatan diawali dengan tarian selamat datang, pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta sambutan Ketua Panitia-Ketua Panitia Daerah Munas KAHMI dan Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Rusdy Mastura.
Lalu, sambutan-sambutan Ketua Umum Majelis Wilayah (MW) KAHMI Sulteng, Andi Mulhanan; Koordinator Presidium Majelis Nasional (MN) KAHMI, Ahmad Doli Kurnia; Ketua Dewan Pakar KAHMI, Mahfud MD; Ketua Dewan Etik KAHMI, Jusuf Kalla; dan Ketua Dewan Penasihat KAHMI, Akbar Tanjung.
Menurut rencana, para peserta diajak mengikuti jalan sehat nasional sekaligus bakti sosial “KAHMI Peduli”. Acara akan turut dihadiri Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, dan Ketua DPR, Puan Maharani.
Selain jadwal resmi, panitia juga menyelenggarakan side event berupa KAHMI Expo UMKM dan panggung hiburan.
Seperti acara inti, kegiatan ini juga bakal berlangsung sejak 24-27 November. Ada beragam acara yang telah disiapkan panitia, seperti orasi tokoh nasional serta badko dan cabang HMI, monolog dan pembacaann puisi, stand up comedy, pemutaran film dokumenter, pentas musik, hingga forum bisnis.
Saya sebagai Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jayapura 1977-1978, 1978-1979 dan 1979-1980 dan di HMI Cabang Padang (1980-1981), sudah tentu berharap KAHMI tidak terpecah seperti HMI.
Sebuah buku berjudul: Perpecahan HMI, Menggugat Kebangkitan Intelektual, yang ditulis Ali Asghar dan Aridho Pamungkas dan diterbitkan Bumen Pustaka Emas tahun 2013, di halaman 97-102, saya menulis, memang HMI telah terpecah dua, yaitu HMI yang waktu itu berkantor di Jalan Diponegoro 16 dan HMI Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO).
Awal perjalanan HMI memang lebih didominasi nuansa gerakan dan tarik menarik politik elitnya dari pada pengembangan intelektualitasnya, seperti embel-embel kata "mahasiswa," yang melekat pada nama organisasi ini.
Oleh karena itu, sebagai aktifis dan alumnus HMI, jangan hendaknya KAHMI terpecah seperti HMI. Di satu sisi, kita menganggapnya sebagai dinamika berorganisasi, tetapi dengan pecahnya sebuah organisasi akan berdampak terhadap kader HMI itu sendiri. Di mana sangat mudah dimanfaatkan demi kepentingan politik dan berbagai kepentingan lainnya.
Komentar
Posting Komentar