Selamat Bertugas Pak Mantiri

Selamat Bertugas Pak Mantiri 

Oleh Dasman Djamaluddin
 
(Mantan Redaktur Pekaksana Majalah Veteran dan Penulis Buku Rais Abin)


Terima kasih Bpk Saiful Sulun atas bimbingannya selama ini dan Selamat Datang Bpk Letjen TNI (Purn) HBL Mantiri sebagai Ketum DPP LVRI Periode 2022 - 2027, semoga dibawah pimpinan Bpk, LVRI semakin sukses dan bisa meningkatkan kesejahteraan para Veteran Republik Indonesia ,,
Aamiin

Itulah ucapan selamat bertugas kepada Letjen TNI (Purn) HBL Mantiri sebagai Ketum DPP LVRI Periode 2022 - 2027 di blog Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI).

Letjen. TNI Herman Bernhard Leopold Mantiri adalah seorang mantan Kepala Staf Umum ABRI. Dia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum II LVRI periode 2012 - 2017. Dia juga adalah seorang mantan Duta Besar Indonesia untuk Singapura. Usianya sekarang 83 tahun.  Lahir,  11 September 1939.

Sementara yang digantikannya adalah Mayor Jenderal TNI Syaiful Sulun. Ia adalah seorang tokoh militer Indonesia. Semasa aktif dalam kemiliteran, Syaiful Sulun pernah memangku jabatan sebagai Pangdam Brawijaya pada tahun 1985—1987, menggantikan Pangdam sebelumnya, Mayjen TNI Soelarso yang menjabat pada tahun 1983—1985. Lahir 6 Januari 1937, usiantnya sekarang 85 tahun.

Proses Pergantian Rais Abin
Kita masih ingat, tahun 2019, di mana Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Dewan Pimpinan Pusat Legiun Veteran Republik Indonesia (DPP LVRI). Presiden yang didampingi Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis, 10 Oktober 2019.

Dalam pertemuan Presiden Jokowi dengan para veteran itu, Mensos mengatakan Ketua Umum DPP LVRI Letjen TNI Purn Rais Abin menyampaikan pihaknya akan mengadakan musyawarah kerja nasional dan akan dilakukan peralihan kepemimpinan.

Pada 9-11 Oktober 2019, Mayjen TNI (Purn) Saiful Sulun dipilih menjadi Ketua Umum DPP LVRI periode 2019 - 2022. Serah terima jabatahn disaksikan para sesepuh LVRI, yang juga Wakil Presiden ke-6 RI Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno,  dan Panglima TNI Laksamana TNI Hadi Tjahjanto. 

Saiful menerima estafet kepemimpinan dari Ketua Umum LVRI Letjen TNI (Purn) Rais Abin yang sudah mengemban jabatan tersebut sejak 2007. Mantan Panglima Perdamaian PBB di Timur Tengah itu dipercaya Menjadi Ketua Umum DPP LVRI hingga tiga periode dan mestinya akan berakhir pada 2022.

Pada 2017, Rais Abin, 93 tahun waktu itu,  tatkala menerima keputusan meneruskan jabatan sebagai Ketua Umum DPP LVRI sebenarnya berniat mundur. Namun dua calon penggantinya, Letjen TNI (Purn) Ari Sudewo dan Mayjen TNI (Purn) Sukotjo Tjokroarmodjo, meninggal dunia sebelum Kongres LVRI.

Jika Rais Abin dari generasi veteran pejuang Kemerdekaan, menyerahkan tongkat kepemimpinan kepada penerusnya Saiful Sulun, dari generasi pembela. Hal tersebut ditandai kepemimpinam baru mengingat generasi pejuang kemerdekaan sudah sepuh dan tak banyak lagi.

Rais Abin, 93, tatkala menerima keputusan meneruskan jabatan sebagai Ketua Umum DPP LVRI sebenarnya berniat mundur. Namun dua calon penggantinya, Letjen TNI (Purn) Ari Sudewo dan Mayjen TNI (Purn) Sukotjo Tjokroarmodjo, meninggal dunia sebelum Konggres LVRI. 

Jika Rais Abin dari generasi veteran pejuang Kemerdekaan, penerusnya Saiful Sulun, 82, dari generasi pembela. Hal tersebut ditandai kepemimpinam baru mengingat generasi pejuang kemerdekaan sudah sepuh dan tak banyak lagi.Saiful yang pernah menjadi Wakil Ketua MPR menyatakan kesediannya menerima estafet kepemimpinan dari Rais Abin. Namun ia meminta agar Rais Abin tetap berada di LVRI sampai kapanpun.

 Berkunjung ke Rumah Rais Abin
Saya pada hari Selasa, 4 Agustus 2020, jelang usianya 94 tahun, berkunjung ke rumah Letjen TNI (Purn) Rais Abin.

Di tengah merebaknya Covid-19 di dunia, pembicaraan kami pun dengan menggunakan masker.

Rais Abin yang lahir pada 15 Agustus 1926 di Koto Gadang, Agam, pada masa Hindia Belanda itu menulai pembicaraannya juga dari Minangkabau.

Jika diartikan situasi yang terjadi sekarang ini dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita, saya mengibaratkan kita berada seperti anak di dalam cerita Malin Kundang, ujar Rais Abin.

Malin Kundang adalah cerita yang berasal dari provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Legenda Malin Kundang berkisah tentang seorang anak yang durhaka pada ibunya dan karena itu dikutuk menjadi batu. Cerita rakyat yang mirip juga dapat ditemukan di negara-negara lain di Asia Tenggara.

Itulah sebabnya, saya berpesan kepada generasi penerus di usia saya 94 tahun ini, kepada yang muda-muda, agar janganlah bertindak seperti Malin Kundang, jelas Rais Abin.

Tokoh militer yang pernah menjadi Ketua Umum LVRI dan Panglima Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun 1976-1979 itu agak kecewa melihat perkembangan bangsa dan negara setelah reformasi. Undang-Undang Dasar 1945 kita ditambah-tambah, kembali Rais Abin menegaskan.

Memang ide untuk mengamandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, buat LVRI sudah lama dikumandangkan. Rais Abin sebagai anggota LVRI menganggap perlu meminta pengkajian ulang terhadap amendemen UUD 1945. Sehingga nantinya bisa mengubah jalan kehidupan berbangsa menuju lebih baik.

Selain itu juga bertujuan untuk membuat generasi bangsa ke depan memahami isi UUD, ujarnya.

LVRI telah mengeluarkan Pokok-Pokok Pikiran Kaji Ulang Perubahan UUD 1945, pada tahun 2013.

Mereka ini hadir tanpa membusungkan dada. Bahkan dengan rendah hati, usia yang uzur (seperti Letjen/Purm Rais Abin/Angkatan Darat).

Sejauh ini diakui bahwa Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan perubahannya telah mengubah secara radikal bangunan sistem pemerintahan Indonesia. Ada beberapa lembaga negara yang kehilangan fungsi dan kewenangannya seperti Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Majelis itu tidak lagi menjadi lembaga tertinggi negara, karena lembaga itu menjadi bikameral yang terdiri atas Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Rais Abin, meski usianya jelang 94 tahun waktu itu,  tetapi masih tetap berpikir tentang masa depan kehidupan generasi penerus agar lebih baik. Ia menikah dengan seorang perempuan bernama Dewi Asiah Hidayat, mantan wartawati harian “Pedoman,” dan putri dari Letjen (Purn) TNI Letjen (Purn) TNI Hidajat Martaatmadja. Pernikahan mereka telah dianugerahi tiga orang anak, tujuh orang cucu serta beberapa orang cicit.

Setelah menyerahkan jabatannya sebagai Ketua Umum LVRI,  Rais Abin masih mendapat jabatan kehormatan di LVRI, yaitu sebagai Ketua Umum Kehormatan Dewan Pimpinan Pusat Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI).

 Letjen TNI (Purn) Rais Abin Meninggal Dunia

Rais Abin telah meninggal di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, pada Kamis, 25 Maret 2021, pukul 21.39 WIB.

"Telah berpulang ke rahmatullah Letjen TNI (Purn) Rais Abin (Ketua Umum Kehormatan DPP LVRI) pada hari Kamis, 25 Maret 2021 pukul 21.39 wib di RSPAD Gatot Subroto Jakarta. Semoga almarhum dilapangkan kuburnya, dijauhkan dari semua siksa kubur, diampuni segala dosanya, diterima seluruh amal ibadahnya serta mendapat tempat yang terindah disisi Allah SWT. Aamiin yaa Robbal `Aalamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Reuni Bersama Wartawan Pelita dan Sripo

ALI ALATAS BENAR, BLAIR MINTA MAAF

Mendiskusikan Profil Mantan Wakil Presiden Umar Wirahadikusumah