Saya Prihatin Bobot Pengkaderan HMI

link saya:Prihatin Bobot Pengkaderan HMI Sekarang

Pagi ini, saya menyaksikan video yang di up load dari blog KAHMI (Korps Alumni Himpunanan Mahasiswa Islam) Papua. KAHMI adalah organisasi kemasyarakatan yang bersifat silaturahim yang berciri keislaman, kecendekiaan dan independen.

Baru saja sebagagai alumnus HMI Cabang Jayapura dan Padang menyaksikan video Ketua PB HMI,  yang  senang bisa bertemu langsung dengan presiden. Kalimat sebatas ini benar. Saya juga sebagai kader HMI pun sangat senang bertemu presiden. Itu hal lumrah dan biasa.

Ciri khas kader HMI jika beraudensi sudah tentu memaparkan hal-hal berbobot kepada presiden. Ini yang ditunggu para jurnalis nasional dan intermnasional. Atau dengan perkataan lain, menyampaikan substansi apa dari pertemuan tersebut.

Entahlah, apakah video itu terpotong atau tidak. Yang jelas dengan hiruk pikuknya jabatan presiden tiga periode, bagaimana sikap PB HMI ?

Jika hanya bertemu dan  bangga bertemu presiden, saya adalah orang yang pernah bertemu pembantu dekat Presiden Irak Saddam Hussein dan memperoleh undangan resmi ke Irak dari Kedubes Irak di Jakarta. Kehadiran saya di Irak hanya diutus Tokih Pers Burhanudin Mohamad (B.M) Diah.

Tujuan akhir bukan sekedar happy, tetapi bisa menyampaikan sikap bangsa ke Irak. Bahkan ketika diminta menulis buku oleh Duta Besar Irak di Jakarta, saya tidak puas menerima honor yang tinggi, tetapi saya mengajukan syarat harus ada bab tentang hubungan Indonesia dan Irak. Jika tidak, penulisan buku batal. Akhirnya syarat saya diterima, maka terbitlah buku yang saya tulis bekerjasama dengan Kedutaan Besar Irak di Jakarta. Inilah sikap kader HMI, suka membaca, menulis, berdiskusi dan sangat mencintai tanah air.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Reuni Bersama Wartawan Pelita dan Sripo

ALI ALATAS BENAR, BLAIR MINTA MAAF

Mendiskusikan Profil Mantan Wakil Presiden Umar Wirahadikusumah